Skala Likert

1.APA ITU SKALA LIKERT?

Dalam wikipedia, skala Likert adalah suatu skala psikometrik yaang umum digunakan dalam kuesioner dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei. Nama skala ini diambil dari nama Rensis Linkert, yang menerbitkan suatu laporan yang menjelaskan penggunaannya.. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert, responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:

  1. Sangat tidak setuju
  2. Tidak setuju
  3. Netral
  4. Setuju
  5. Sangat setuju

Selain pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas, kadang digunakan juga skala dengan tujuh atau sembilan tingkat. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa karakteristik statistik hasil kuesioner dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip.

Skala Likert merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif ataupun negatif terhadap suatu pernyataan. Empat skala pilihan juga kadang digunakan untuk kuesioner skala Likert yang memaksa orang memilih salah satu kutub karena pilihan “netral” tak tersedia.

C. Bird menyebut skala Likert dengan Method of Sumated Ratings

2. KAPAN PAKAI SKALA LIKERT?

  • Ingin menggambarkan secara kasar posisi individu dalam kelompoknya (posisi relatif)
  • Ingin membandingkan skor subyek dengan kelompok normatifnya
  • Ingin menyusun skala pengukuran yang sederhana dan mudah dibuat

3. LANGKAH PENYUSUNAN

  • Menentukan dan memahami dengan baik apa yang akan diukur
  • Menyusun Blue Print untuk memandu penyusunan alat ukur
  • Indikator yang secara teoritis-logis memberi kontribusi yang lebih besar harus diberikan pernyataan yang lebih banyak
  • Pernyataan dibuat Favorable dan Unfavorable
  • Membuat Item sesuai dengan kaidah
  • Uji coba item
  • Memilih item yang baik
  • Menyusun item terpilih menjadi satu set alat ukur
  • Menginterpretasikan hasil pengukuran

4. MEMILIH PERNYATAAN

  • Memilih dengan nilai t, dengan langkah:
  1. Menghitung dan menjumlahkan skor tiap subyek
  2. Mengelompokkan subyek menjadi dua. Menggunakan mean atau median jika subyek sedikit, dan menggunakan percentil 25 75 atau 30 70 apabila subyek banyak
  3. Menghitung nilai t dengan rumus:

Rumus menghitung pertanyaan

  • Pilihlah 20 –25 item dengan nilai t yang tinggi dan semua indikator harus terwakili oleh item Favorable dan Unfovorable
  • Nilai minimal t yang baik adalah 1,75
  • Memilih dengan nilai r (korelasi), dengan langkah:
  1. Menghitung dan menjumlahkan skor tiap subyek
  2. Mengkorelasikan skor tiap-tiap item dengan skor total yang diperoleh setiap subyek
  • Nilai r hitung dibandingkan dengan r tabel. Pilihlah item yang r hitungnya positif dan lebih besar dari r tabel
  • Biasanya dapat juga menggunakan patokan r minimal 0,3
  • Buang item yang r hitungnya kurang dari r tabel atau kurang dari 0,3 dan hitung kembali korelasinya hingga r hitung semua item lebih dari r tabel atau lebih dari 0,3
  • Pilihlah 20 –25 item dengan nilai r yang tinggi dan semua indikator harus terwakili oleh item Favorable dan Unfovorable

5. MENYUSUN PERNYATAAN MENJADI SATU SET SKALA

  • Penyusunan item terpilih dalam satu set skala harus acak berdasarkan indikator maupun item Favorable dan Unfovorable

6. INTERPRETASI SKOR SKALA LIKERT

  • Tidak dapat dilakukan secara langsung
  • Harus dibandingkan dengan skor kelompok normatifnya

Sumber:

wikipedia

samianstats

About these ads

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s