Pengenalan Tentang IELTS

IELTS singkatan dari The International English Language Testing System. Bagi yang sudah pernah mengambil test ini tentu sudah tak asing lagi.

ieltsIELTS diperkenalkan pertama kali pada tahun 1989 untuk membantu Universitas dalam penilaian kemampuan bahasa Inggris bagi siswa yang mendaftar ke universitas tersebut. IELTS pun berkembang dengan berbagai tujuan, selain untuk mendaftar ke universitas (academik test), IELST juga digunakan untuk imigrasi dan perusahaan internasional di berbagai negara (general test).

  • The Academic IELTS, yaitu tes yang ditujukan untuk individu yang merencanakan study dalam bahasa Inggris di universitas (undergraduate & postgraduate) dan tes didesain untuk memahami bahasa akademik yang kompleks,
  • The General Training IELTS, yaitu test yang ditujukan untuk individu yang memerlukan kemampuan berbahasa Inggris level umum untuk sekolah, kuliah, pekerjaan maupun imigrasi.

Format Tes IELST dibagi menjadi 4 bagian, yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking.

  • Listening, selama 30 menit, terdiri dari:
  • Reading, selama 60 menit dan terdiri dari 40 pertanyaan.
  • Writing, selama 60 menit. Terdiri dari 2 pertanyaan yang harus dijawab dalam bentuk essay singkat.
  • Speaking, selama 11 sampai 14 menit.

Sekian dulu pengenalan tentang IELTS, selanjutnya akan membahas format test lebih detail dan penilaian. Kalau sudah mampir dimari, jangan lupa tinggalkan komentar di bawah ini 🙂

(Sumber: Penny Cameron & Vanessa Tod on Prepare for IELTS: academic practice, 2005. University of Technology Sysdney. Penerbit Gramedia.)

Advertisements

Untitled

Rindu menulis,, I don’t know why i’m writing.. Maybe it’s just for prove my existence? Bahwa saya ada di sini, saya manusia yang juga ingin dianggap keberadaannya di muka bumi ini..?

Ataukah memang menulis untuk menuangkan ide & pikiran yang menumpuk di dalam “ruang” memori tanpa batas?

Entahlah.. Menulis.. Saya hanya ingin menulis..

Ah, jauh dilubuk hati saya muncul rasa malas.. Malas dengan berbagai hal.. Termasuk permasalahan korupsi di negeri ini.. sungguh muak.. Apalagi polisi yang hobi “malak”. Pengalaman saya 3 minggu lalu membuat SIM (Surat izin Megemudi) ke Polres kota, di kantor polisi tersebut seorang polisi menawarkan apakah ingin membuat SIM jalur “cepat” atau “murni”?.

Oh My God.. Saya pun tergoda membuat SIM jalur cepat dengan biaya cukup untuk beli beras 2 karung. Maafkan saya Tuhan, saya sudah korupsi. Seharusnya saya buat saja SIM dengan jalur murni, tapi katanya (kata orang-orang) susah sekali lolos membuat SIM jalur murni. Dengan “jalur cepat”, dengan begitu banyak antrian, saya sudah mendapatkan SIM 3 jam kemudian. Memang saya juga mengikuti tes tertulis, yang menurut saya soal dalam ters tersebut tergolong mudah. Tapi saya melewati tes praktek mengemudi.

Ah, sudahlah.. mungkin memang sudah sistemnya seperti itu. Butuh keberanian hebat dan mental yang kuat untuk menolak korupsi dari diri sendiri.

Tuhan, kuatkan saya untuk tetap berada di jalan yang benar. God, please forgive me because I have made SIM with easiest way.