Liburan di Bangkok Part 3: Suan Pakkad Palace Museum

Suan Pakkad Palace Museum

Sebenarnya gak sengaja ke museum ini, karena museum bukan destinasi yang umum. Waktu itu aku berencana ke Temple Golden Mount, tapi karena nyasar, dan terlanjur berada di kawasan Phaya Thai, jadi mampir ke museum ini.

Aku tahu Suan Pakkad Palace Museum dari Buku Saku Lonely Planet : Bangkok. Hanya berjarak 5 menit dari Sky Train Phaya Thai.

Sebuah Jalan di bawah Sky Train

Sebuah Jalan di bawah  Phaya Thai Sky Train

Dari perempatan Sky Train Phaya Thai ini belok kanan, lalu ada perempatan lagi belok kiri, hanya jalan kaki sebentar saja untuk bisa mencapai museum ini, tak terasa berjalan kaki, akhirnya aku menemukan papan tulisan ini:

Begitu masuk museum, seorang perempuan menyambutku, dan dia bilang museum sudah mau tutup, aku bisa datang lagi besok..! Lalu aku bilang karena ini hari terakhir aku di Bangkok, aku mau melihat-lihat museum sebentar. Memang salahku sih, aku datang pukul 03.30..! hahaha gila ya jalan-jalan kesorean..lol

Akhirnya, setelah negosiasi yang cukup alot (sebenarnya nego biasa sih), perempuan museum itu mempersilahkan aku masuk ke dalam ruangan dan memintaku membayar tiket masuk.

Tiket masuk museum ini 100 Baht. Sebelum berkeliling museum, tas dan barang bawaanku lainnya dititipkan di loker penitipan. Kemudian, museum guide tersebut membawaku berkeliling museum sambil menjelaskan peraturan di museum ini, yaitu tidak boleh foto-foto di dalam museum (tidak boleh mengambil foto di dalam museum) dan melepas alas kaki saat memasuki rumah-rumah.

Jadi Suan Pakkad Palace Museumini merupakan museum pertama di Thailand, sebelumnya museum ini adalah kediaman (istana) pribadi milik  Royal Highnesses Prince dan Princess Chumbhot dari Nagara Svarga.

Di dalam kompleks museum ini, ada 8 (delapan) rumah tradisional Thailand. Menuruku sih, rumah tradisional Thailand ini mirip dengan rumah panggung tradisional Indonesia.

Berikut penjelasan singkat apa aja sih isi rumah-rumah di museum ini..?

  1. Rumah 1: memamerkan berbagai macam peralatan musik tradisonal Thailand.
  2. Rumah 2: menampilkan berbagai macam barang-barang pribadi keluarga kerajaan, seperti tempat tidur,  lemari, kursi tradisional khas Thailand, peralatan dapur (wadah makanan, gelas, dll), payung, dan lain-lain.
  3. Rumah 3: menampilkan berbagaim macam barang-barang kerajinan tangan yang dibuat dari porselin.
  4. Rumah 4: di rumah 4 banyak terdapat patung dan gambar Buddha yang terbuat dari emas dan perunggu.
  5. Rumah 5: memamerkan berbagai koleksi gelas, perak dan porselin. Ada juga koleksi beberapa mata uang Thailand dan mata uang asing serta patung Sukhothai.
  6. Rumah 6: Memamerken berbagai koleksi patung dari tanah liat dan patung bergaya Sukhothai.
  7. Rumah 7: Memamerkan berbagai bentuk seni dan kerajinan yang berhubungan dengan Ramayana. Ohya di rumah ke-7 ini disediakan komputer untuk presentasi audio-visual buat pengunjung yang  tertarik dengan kisah Ramayana🙂
  8. Rumah 8: di rumah yang terakhir ini khusus menampilkan barang-barang kerajinan dari jaman pra-sejarah, seperti barang-barang kerajianan tanah liat yang dicat, gelang perunggu, kapak perunggu, busur panah, dan manik-manik.

Teman-teman kalau mau melihat lebih jelas barang-barang yang dipamerkan di Suan Pakkad Palace Museum ini bisa juga akses websitenya DI SINI.

Di luar rumah-rumah itu, ada taman yang sejuuuuk banget.. seger rasanya, di tengah cuaca dan udara panas kota Bangkok bisa berteduh di bawah pohon rindang, melihat kolam ikan, dan berjalan di taman hijau.

Aku sempet narsis juga di museum ini😀

This slideshow requires JavaScript.

Ini pengalaman pertamaku mengunjungi museum di Thailand.. ternyata ada berkahnya nyasar, mau mengunjungi Temple malah nyasar ke museum hahaha.. Biasanya kalau nyasar ujung-ujungnya ke mall, tapi hari itu aku dapat pelajaran berharga untuk menghargai kebudayaan yang kita miliki. Next time kalau ada kesempatan balik ke Indonesia, aku mau mengunjungi museum-museum yang ada di Jakarta. Masa, baru ke museum Asia Afrika yang di Bandung aja sih..

Seperti kata Bung Karno “Jasmerah: Jangan Pernah Melupakan Sejarah”. Jalan-jalan kali ini dalem banget mengingatkan aku untuk kita jangan pernah sekalipun melupakan sejarah. Di tengah-tengah era globalisasi, hedonis dan serba modern sekarang ini, kebudayaan Tradisional semakin tersingkirkan. Sebagai generasi muda, yuk sama-sama memelihara kebudayaan Tradisional kita🙂


I just enjoy this sweet feeling I ever had. Enjoy the joyful, share the happiness and make my world even more beautiful..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s