Liburan di Bangkok Part 4: Chinatown

Masih lanjutan seri liburanku di Bangkok, kali ini aku mau membahas tentang Chinatown. Chinatown dikenal juga dalam bahasa Thailand adalah Yaowarat.  Di kawasan ini terdapat kuil yang paling terkenal, yaitu Wat Traimit, the Temple of Golden Buddha.

IMG02472-20140501-1656

Wat Traimit, the temple of golden buddha.. -Foto ini diambil sore hari sekitar pukul 4.30 pm, matahari saat itu lagi panas-panasnya..-

Wat Traimit buka pukul 09.00 am – 5.00 pm, dengan lokasi di Traimit Road (sebelah barat Hua Lampong Station). Mengunjungi Wat Traimit gratis tidak dipungut biaya. Tapi, di puncak paling atas untuk masuk museum dikenakan biaya sekitar 100 Baht.

wat-traimit-bangkok

Di puncak atas Wat Traimit ini ada patung Buddha yang dikenal dengan nama Golden Buddha. Patung Buddha tersebut berumur sekitar 9 abad, dibuat pada abad ke-13 pada masa Kerajaan Sukhothai. Patung Buddha tersebut berukuran 3 metres (9.8 ft) dan terbuat dari emas murni (18 karat) dengan total berat 45 kg dan diperkiraan nilai emasnya mencapai 250 juta dolar. 

Ckckckckck Thailand memang negeri yang sangat kaya. Punya banyak aset emas dalam bentuk patung yang nilainya bisa ratusan juta dolar..!

Ini penampakan patung Buddha Wat Traimit di puncak atas:

Wat Traimit, Golden Buddha

Wat Traimit, Golden Buddha

Aku pun sempat narsis di Wat Traimit, walaupun kondisi kamera yang sangat low quality & low batt.. hehe😀

Narsis di Wat Traimit, Bangkok

Narsis di Wat Traimit, Bangkok

Selesai mengunjungi Wat Traimit, aku segera melanjutkan perjalanan menyusuri jalan di sepanjang Chinatown, dan akhirnya menemukan persimpangan yang terkenal dengan Gatenya di Chinatown:

IMG02484-20140501-1719

China Gate, welcome to Chinatown😀

Selanjutnya aku pun berjalan-jalan menyusuri kawasan Chinatown ini, setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya menemukan temple yang terdapat buaya di dalamnya, yaitu Wat Chakrawat.

Sebenarnya masuk ke Wat Chakrawat ini pun gak sengaja. Saat berjalan-jalan dan melihat bangunan mirip temple, aku sempat bertanya ke seorang ibu yang orang Thailand “Bangunan apa ini?”, tapi beliau tidak mengerti bahasa Inggris.. Akhirnya nekad masuk, hahaha..  Di depan temple ini banyak mobil (yang memang tempat parkir mobil). Saat itu hanya ditemani jam tangan, dan jam sudah menunjukkan pukul 05.30 saat memasuki Wat Chakrawat.

Rasa penasaranku pun membawaku masuk. Saat itu tak sempat foto-foto karena semua gadget low-battery (termasuk hp). Jadi aku pun menikmati kunjungan dan perjalanan ini seorang diri tanpa gangguan gadget apapun..!

Berikut penampangan Wat Chakrawat:

Wat Chakrawat - Chinatown

Wat Chakrawat – Chinatown

Dan seperti yang kubilang, di dalam kompleks temple ini ada buaya..! Konon, ada legenda dibalik buaya ini loh.. konon katanya buaya-buaya ini  terus makan biksu muda, jadi buaya-buaya ini terjebak dan ditempatkan di Wat Chakrawat ini. Katanya lagi sih, orang-orang Thailand malah jarang yang datang ke kuil ini, karena takut sama buaya-buaya ini..!

crocs

Penampakan Buaya di Wat Chakrawat

Selesai mengunjungi Wat Chakrawat, aku pun berjalan menyusuri Chinatown lebih dalam, sempat mencicipi makanan lokal di sebuah restoran di pinggir Sungai Chao Phraya,  sampai.. menemukan pelabuhan di Sungai Chao Phraya (entah apa nama pelabuhannya). Jalan-jalan pun berlanjut menyusuri sungai Chao Phraya sambil menikmati terbenamnya matahari di kota Bangkok yang sangat indaaah sekali. Sayangnya, semua gadget low-bat, jadi aku tak bisa mengabadikan momen terindah dalam hidupku itu, menikmati sunset di sungai Chao Phraya Bangkok dan menikmati pemandangan kota Bangkok di sepanjang Sungai Chao Phraya ini.

Sebenarnya, tujuanku selanjutnya adalah pelabuhan di Khao San Road, yup aku berencana menghabiskan malam di Khao San Road, tapi.. aku nyasar..! Kalau gak tanya sama orang sebelah, entah aku tiba di mana, yang pasti nyasar sangat jauh. Terlewat banyak port pelabuhan..huhuhu..

Aku tak ingat nyasar di mana, dengan kondisi semua gadget low-batt, kebelet pipis, tidak menemukan listrik untuk charge handphone, dan saat itu di sebuah port dengan banyak anak-anak sekolah yang juga sedang menunggu perahu untuk pulang. Rasanya sebenernya ingin nangis saat itu, tapi aku coba untuk ambi sisi positifnya, jadi aku sangat menikmati  momen nyasar ini..!

Ikut bercanda bersama anak-anak sekolah itu.. saat aku tanya, mereka kelas 2 SMA dan 2 remaja yang baru saja masuk kuliah. Ada 2 orang kakak beradik yang bisa bahasa Inggris dengan lumayan, yang lainnya? ngomong bahasa Thailand. Cukup seru aku memperhatikan mereka bercanda, lucu sekali.. Rasanya seketika mengingatkanku saat aku menjadi guru di sebuah SMA, lucu sekali melihat anak-anak ini bersenda gurau. Manis sekali momen ini.. mengingatkanku untuk tetap peduli kepada dunia pendidikan, walaupun saat ini aku bekerja di dunia industri.

Saat itu juga, aku berterimakasih kepada Allah, berkali-kali puji syukur, terimakasih karena saat itu aku tersasar.. dan sempat merasakan momen terindah menikmati sunset serta bercanda dengan anak-anak sekolah🙂

Akhirnya, anak-anak sekolah itu menunjukkanku pelabuhan di mana aku harus berhenti, yaitu di Phra Arthit Pier, dan malamku pun berlanjut di Khao San Road..

Thanks to them, semoga mereka mendapatkan pahala karena telah membantuku yang tersesat😀. That day was the sweetest memories I ever had.

Anyway, masih banyak cerita seru di perjalanan berikutnya..


I just enjoy this sweet feeling I ever had. Enjoy the joyful, share the happiness and make my world even more beautiful..


 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s