Hanoi, Kota Bersejarah Nan Indah (Part 1)

Awal Mei lalu aku berkesempatan menjelajahi Kota Hanoi, Ibukota Vietnam. Perjalanan dimulai dari Bangkok, bandara Don Mueng pukul 06.40 dan tiba di Bandara Hanoi (Noi Bai) sekitar pukul 8.30 pagi.

Selesai mengambil bagasi, pertama kalinya menjejakkan kaki di tanah Vietnam, rasanya senang sekali, Alhamdulillah. Thanks to God Given me a chance to see His Creation and to see another world in this world. Saat di lobby bandara, aku agak sedikit bingung, naik apa ke Hotel di Hanoi? Untungnya, aku punya foto kartu nama hotel, kebetulan ada teman & pacarku yang sudah duluan berada di Kota Hanoi ini. Walaupun mereka bilang naik taxi aja, murah. Tapi, aku sendiri agak bingung. Sampai.. seorang wanita Eropa menghampiriku dan ngajak naik mini bus. Dipikir-pikir boleh juga, jadi gak sendirian😀

Van pun jalan.. Pertama kali keluar bandara dengan jalanan yang rusak  “Welcome to Hanoi..” teriak wanita Eropa tersebut dengan riangnya.  Aku lupa namanya, tapi dia tipe backpacker yang menyenangkan. Di  sampingku duduk keluarga Hanoi (pun lupa nama mereka). Pasangan suami istri yang masih muda, dan seorang anak perempuan yang cantik dan pintar. Kami sempat berbincang sebentar, anak perempuan itu coba belajar bahasa Inggris, dia menanyakan asalku, dan aku bilang dengan bangganya “I am from Indonesia”. Saya selalu bangga menyebut saya berasal dari Indonesia. Dengan segala kekurangan dan kelebihan negara ini. Saya pun bilang ke anak perempuan itu ” Jika kamu sudah besar, kamu bisa jalan-jalan ke Indonesia” sambil tersenyum. Saya harap anak itu punya mimpi yang besar, dan bisa menjadi anak yang bermanfaat🙂

Setiap perjalanan punya kisah masing-masing. Dan perjalanan di kota Hanoi ini memberikan banyak kisah dan pengalaman berharga buatku.

Van itu ternyata hanya sampai “City Center” tidak mengantarkanku ke Hotel tujuan. Saat itu, jam menunjukkan pukul 10.15 pagi. Masih sangat pagi. Aku agak sedikit bingung, tidak bisa bahasa Vietnam, tidak bawa peta Vietnam, tidak ada buku Lonely Planet Vietnam, benar-benar buta dengan kota ini (Karena rencana perjalanan ini bisa dibilang dadakan). Akhirnya, dengan berbekal insting, aku pun berjalan, berharap menemukan salon (ingin memanjakan diri).

Salah satu jalanan di Kota Hanoi

Salah satu jalanan di Kota Hanoi

Cuaca masih belum terlalu panas, agak sejuk.  Lalu, setelah bertanya dengan bahasa isyarat (karena banyak orang lokal yang tidak mengerti bahasa Inggris) akhirnya aku menemukan salon lokal yang ciamik dengan harga sangat terjangkau. Ya, harga di salon ini murah sekali dibanding harga salon di Bangkok.

IMG_2959

Ini nama salon dan informasi lengkap tentang salonnya, agak susah ya bacanya😀

Bukan promosi yah, cuma meyampaikan pengalaman aja di salon itu, staff-staff di salon itu kurang paham bahasa Inggris, aku pun coba pelan-pelan menjelaskan kepada mereka apa yang kumau, ditambah bahasa isyarat. Akhirnya hair-spa (cuci, spa, blow, +rapihin poni)+ facial massage totalnya cuma 200.000 VND. Murah kaaan! Rupiahnya kira2 Rp. 100.000,-😀

nih, hasilnya😀

This slideshow requires JavaScript.

Beres semuanya sekitar jam 12 siang.. Dan aku pun melanjutkan perjalanan ke hotel dengan taksi. Namun, agak susah mencari hotel ini karena tidak terletak tepat di pinggir jalan, tapi agak masuk sedikit ke gang.

Akhirnya setelah tanya sana-sini, aku pun menemukan Discovery hotel yang terletak di Jalan Luong Ngoc Quyen. Sampai di lobby, seorang perempuan yang sangat ramah menyapaku. 

Ohya, review lengkap tentang Discovery Hotel bisa dilihat di Trip Advisor.

Setelah memesan kamar dan melepas kangen dengan pacar tercinta, sore hari, sekitar pukul 4 sore, kami jalan-jalan sore dan makan siang di restoran cepat saji di dekat hotel. Aku benar-benar terkesima dengan kawasan ini, panas, tapi sejuk dan banyak turis asing..

This slideshow requires JavaScript.

Sayang banget kualitas kameranya kurang bagus. Sepertinya hobi jalan-jalan memang harus diimbangi dengan kamera berkualitas baik untuk mendapatkan gambar terbaik🙂

Kawasan tersebut dikenal dengan The Old Quarter atau Kota Tua. Kota Tua yang sangat bersejarah ini, memiliki jalan sebanyak 36 jalan atau dikenal juga dengan “36 Old Streets” atau “Ha Noi’s 36 districts“. Kota Tua ini pun telah berumur lebih dari 1000 tahun..! Wow, benar-benar kota tua. Dan, yang paling penting, masayarakat Hanoi tetap mempertahankan arsitektur Kota Tua ini, tidak ada mall seperti di Bangkok atau Jakarta..! Mudah-mudahan kawasan Kota Tua ini tetap terjaga dengan arsitektur gaya lamanya sehingga tetap jadi daya tarik tersendiri bagi turis asing. Banyak sekali turis asing (bule-bule) mengunjungi kota tua ini, yang berasal dari Eropa, Australia ataupun USA dan banyak negara lainnya..

Berikut Nama-nama beberapa  jalan di Old Quarter dan terjemahannya dalam bahasa Inggris: 

  1. Hang Bac silver
  2. Hang Be rattan rafts
  3. Hang Bo baskets
  4. Hang Bong cotton
  5. Hang Buom sails
  6. Hang Ca fish
  7. Hang Can scales
  8. Hang Cot bamboo mats
  9. Hang Da leather
  10. Hang Dao silk
  11. Hang Dau beans
  12. Hang Dieu bongs and pipes
  13. Hang Dong brass
  14. Hang Duong sugar
  15. Hang Ga chicken
  16. Hang Gai hemp and rope
  17. Hang Giay paper
  18. Hang Hom coffins
  19. Hang Khoai sweet potatoes
  20. Hang Luoc combs
  21. Hang Ma paper replicas/toys
  22. Hang Mam fish
  23. Hang Manh bamboo shades
  24. Hang Muoi salt
  25. Hang Non conical hats
  26. Hang Quat fans
  27. Hang Than charcoal
  28. Hang Thiec tin
  29. Hang Thung barrels
  30. Hang Tre bamboo
  31. Hang Trong drums
  32. Hang Vai cloth

Di kawasan Kota Tua Hanoi ini, banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah, museum dan temple (kuil). Namun, daya tarik utama The Old Quarter ini adalah adalah Hoan Kiem Lake. Danau ini sangat terawat, dan terdapat kuil di dalam danau ini. 

Hoan Kiem Lake, ditengah danau ini ada Turtle Tower  (Foto wikipedia)

Sepanjang danau ini selalu ramai pengunjung, pagi, siang, sore, malam tak pernah sepi pengunjung. Dari hanya yang duduk santai menikmati pemandangan, atau ngobrol bareng teman-teman, jogging, bermain badminton, aerobik, bahkan ada juga yang  memainkan permainan tradisional Vietnam. Danau ini selalu ramai.

Ohya ada legenda tersendiri dibalik danau ini, nanti aku bahas di part tersediri tentang danau ini dan legendanya😀


(Sumber sejarah, Foto-foto dan kisah perjalanan: Dokumentasi pribadi)

 


I just enjoy this sweet feeling I ever had. Enjoy the joyful, share the happiness and make my world even more beautiful..


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s