Surat untukku di masa depan

27 May 2014,

Hari ini puncak dari segala kegalauan yang terjadi. Harusnya aku bersyukur atas hidup yang aku nikmati saat ini. Bisa dibilang aku sangat bahagia dan beruntung:

Dapat pekerjaan lumayan, jadi kuli bikinin web orang.. pendapatan pun meningkat dibanding sebelumnya

Bisa jalan-jalan mengunjungi museum-museum dan kuil serta beberapa tempat wisata di Thailand, Kamboja bahkan Vietnam.

Ketemu pacar yang (kelihatannya) sayang sama aku, walaupun banyak banget godaanya, gak berjalan mulus. Tapi sekarang udah bulan ke-4 sejak kita pertama kali menjalin kasih (uhuk).

Berencana liburan ke Jepang sama temen dari Bandung English Club.. (mudah-mudahan terlaksana rencana travelling ke Jepang ini).

Rencana lanjutin kuliah S2 di NTNU Norway (walaupun maunya ambil Business Informatics di UK), because I wanna be a Lecturer in my old years.. (apakah kesampaian jadi dosen nanti?)

Rencana menikah (entah apakah akan menikah dengan pria India itu, ataukah dengan sesorang yang lain?) Please remember today’s love story if I marry with another man someday.. Also I wanna have 2 or 3 kids..

Untuk aku di masa depan, saat aku merasa terjatuh dan benar-benar merasa down, ingatlah bahwa Allah selalu bersama kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita, tetapi kitalah yang kadang meninggalkan-Nya dan melupakan-Nya.

Selalu ingat bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih, Maha Penyayang. Rahmat-Nya tak terbatas..

Hidup in ujian, saat berada di atas, selalu ingatlah ke bawah, maka hidup ini pun harus seimbang. Berbagi di saat susah maupun senang.

Bahkan, dengan berbagi senyuman pun mampu membahagiakan orang lain, ingat juga bahwa dalam Islam, senyuman tulus yang kita berikan juga merupakan bentuk ibadah.

Jangan merasa cepat puas, terus belajar dan perbaiki diri. Jika gagal, cobalah lagi, lagi dan lagi hingga mampu meyelesaikannya.

Untukku di masa depan, ingatlah manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi sesama dan makhluk lainnya (H.R Muslim).

Aku memang tak sempurna, tak ada manusia yang sempurna, tapi aku harus bisa terus memperbaiki diri.

Temukan Tuhan di dalam sesama, di alam ciptaan-Nya, bahkan di makhluk lain ciptaan-Nya.

Salam,

Rachma Rara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s