Mengenal Konsep Model – View – Controller

Apa itu MVC?

Model-View-Controller (MVC) adalah arsitektur aplikasi yang memisahkan kode-kode aplikasi dalam tiga lapisan, Model, View dan Control. MVC termasuk dalam arsitektural design pattern yang menghendaki organisasi kode yang terstruktur dan tidak bercampur aduk. Ketika aplikasi sudah sangat besar dan menangani struktur data yang kompleks, harus ada pemisahan yang jelas antara domain model, komponen view dan kontroler yang mengatur penampilan model dalam view.

Konsep Model – View – Controller diciptakan oleh programmer Smalltalk yang bernama Trygve Reenskaug.  Beliau memperkenalkan konsep MVC ini pada paper yang dirilis tanggal 10 November 1979.

 Framework MVC pada pengembangan web digunakan oleh Oracle’s ADF Framework, Microsoft’s ASP .NET MVC Framework, PHP Faces, JAVA, dan banyak lagi yang liannya. Namun, konsep MVC ini juga banyak digunakan oleh berbagai Framework PHP (Code Igniter, cakePHP, Laravel,dll)

Pada prinsipnya,  implementasi MVC membagi kode ke dalam 3 bagian yaitu:
  • Model sebagai sumber data
  • View sebagai representasi data dan user interface
  • Controller yang berfungsi sebagai “otak” atau business logic yang memproses user input dan meng-update Model dan View ( kalau diperlukan ).

 

Model-View-Controller

Model-View-Controller

 Penjelasan cara kerja Model-View-Controller tersebut adalah:

  • Pada awalnya user mengakses sebuah halaman web melalui BROWSER dengan memberikan request http.
  • Controller menerima request tersebut, kemudian memberikan response sesuai alur logis yang telah dibuat.
  • Ketika request yang dibuat berhubungan dengan pengelolaan data, maka CONTROLLER mengeksekusi parameter yang sesuai ke MODEL.
  • MODEL melakukan proses manipulasi data sesuai dengan request yang dia terima dari controller.
  • Hasil manipulasi data yang telah dilakukan oleh model, dikembalikan lagi kepada controller.
  • Controller memberikan hasil yang telah dibuat oleh model, kepada bagian view yang bersesuaian.
  • View tersebut kemudian memproses hasil tersebut kedalam bentuk tampilan, yang ditampilkan kepada user.

KESIMPULAN

Konsep Model-View-Controller (MVC) digunakan untuk membagi kode ke dalam 3 bagian dan konsep MVC membuat proses pengembangan sebuah perangkat lunak menjadi lebih mudah, scalable, dan maintanable.

*By: Ceritarara, berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s